Wednesday, January 30, 2019

Misteri raksasa Kap Dwa


Menanggapi email yang masuk dari Ichsan Aditya, maka di postingan kali ini akan mencoba membahas tentang Kap Dwa.

Kap Dwa, secara kasar diterjemahkan sebagai "dua kepala", adalah mumi raksasa Patagonia setinggi 12 kaki (3,6 meter) berkepala dua yang ditangkap oleh orang Spanyol pada akhir tahun 1600an.

Martin Clemens menceritakan sejarah Kap Dwa di mana satu cerita mengatakan raksasa itu ditangkap oleh pelaut Spanyol dan menahannya di kapal mereka. Mereka mengikatnya ke tiang kapal layar, tetapi dia berhasil membebaskan diri, dan selama pertempuran berikutnya dia menderita cedera fatal, kemudian mereka menusuk dadanya dengan tombak. 


Apa yang terjadi selanjutnya tidak begitu jelas, namun jenazahnya dimumikan dan pada akhirnya dibawa ke Inggris pada abad ke-19.


Kap Dwa kemudian masuk Edwardian Horror Circuit dan selama bertahun-tahun berpindah dari satu pertunjukan ke pertunjukan lain, sebelum pada akhirnya berakhir di Dermaga Weston’s Birnbeck pada tahun 1914. 


Setelah menghabiskan 45 tahun berikutnya terpajang di North Somerset, Inggris, Kap Dwa dibeli oleh Thomas Howard pada tahun 1959, dan setelah beberapa kali lepas tangan, Kap Dwa berakhir di Baltimore.


Kap Dwa sekarang beristirahat di koleksi aneh pertunjukan Bob’s Side Show di The Antique Man Ltd, Baltimore, yang dimiliki oleh Robert Gerber dan istrinya.


Versi lain dari cerita itu mengatakan bahwa mayat raksasa itu ditemukan terdampar di pantai dengan tombak yang menusuk dadanya. Mayat itu kemudian di mumikan dan dihormati oleh penduduk lokal di Paraguay.


Lalu, seorang kapten sekunar bernama Kapten George Bickle, entah bagaimana mendengar tentang mayat raksasa itu, menemukan mayatnya dan kemudian membawanya ke Inggris dan berakhir di museum Blackpool.

Entah bagaimana, Kap Dwa kemudian tiba di Inggris pada tahun 1800an dan menjadi bagian dari tontonan atraksi di Inggris.

Pada tahun 1930an, dua dokter dan seorang ahli radiologi memeriksanya di Weston dan menemukan "tidak ada bukti perseptual bahwa itu adalah palsu". Menurut dugaan mereka, Kap Dwa adalah sepasang pria yang kembar siam.


Bagi orang yang sudah pernah melihat mumi raksasa ini dari dekat, mereka tampak jelas dalam memberikan deskripsi mumi tersebut, dan meskipun tertutupi oleh kaca dan tubuhnya hanya ditutupi oleh kain pinggang, tidak ada tanda-tanda rogue taxidermy seperti jahitan yang terlihat.


Rogue taxidermy adalah sebuah genre seni pop-surealisme yang digambarkan oleh patung media campuran yang mengandung bahan-bahan yang terkait dengan taksidermi konvensional yang digunakan dengan cara yang tidak konvensional. Rogue taxidermy yang terkenal contohnya seperti Fiji Mermaid (P. T. Barnum) dan Jackalope.

Contoh rogue Taxidermy

Menurut sebuah artikel di Fortean Times, Frank Adey mengingat telah melihat Kap Dwa di Blackpool sekitar tahun 1960.

"Tidak ada tanda-tanda jahitan atau 'penggabungan lainnya', meskipun tubuh itu sebagian besar tak berpakaian. Pada tahun 1930an, dua dokter dan seorang ahli radiologi melaporkan memeriksanya di Weston dan tidak menemukan bukti perseptual bahwa itu palsu."


Ada kisah tentang mumi Patagonia raksasa lain yang hampir identik dengan Kap Dwa, atau juga mungkin adalah makhluk yang sama, yaitu "King Mac-A-Dula", yang digambarkan :

"Memiliki tinggi 2,7 meter, berkepala dua, memiliki kekuatan sekuat gajah, seorang pejuang hebat yang memimpin sukunya dalam banyak kemenangan, dan bahwa setelah satu pertempuran besar, ia menghilang dan tidak pernah terlihat atau terdengar lagi".

Mumi "King Mac-A-Dula" ditemukan oleh sekelompok penambang Inggris saat mencari emas di sebuah gua di Patagonia, Amerika Selatan.

Tampaknya Mumi itu dipamerkan di Nelson Supply House di South Boston, Massachusetts, U.S, dan itu disewa dari Inggris, jadi mungkin mumi itu adalah makhluk yang sama dengan Kap Dwa. Namun, sepertinya Mr. Nelson membuat mumi palsunya dari papier-maché dan menjualnya kepada siapa saja yang mau memamerkannya.

Bagi mereka yang percaya, beberapa menganggap Kap Dwa sebagai makhluk nyata dan diklasifikasikan oleh beberapa orang sebagai Homo giganticus, serta ditunjuk sebagai bukti keberadaan manusia raksasa.

Sedangkan bagi mereka yang skeptis, Kap Dwa tampaknya tidak lebih dari kasus rogue taxidermy dengan cerita-cerita yang saling tersusun untuk menarik pelanggan, dan diciptakan untuk mendapatkan penghasilan dan untuk sebuah atraksi. Orang-orang yang ingin mempercayainya, harus membayar untuk melihatnya.

Setiap pertunjukan apa pun dapat memiliki "Kap Dwa" atau “King Mac-A-Dula” versi mereka sendiri dengan "dokter" yang memeriksa jahitan untuk menciptakan ilusi bahwa itu adalah nyata, dan kain pingang itu mungkin berguna untuk menutupi kaki yang bisa dilepas.

Perlu diketahui bahwa pria tertinggi yang terdaftar secara resmi adalah Robert Wadlow (1918-1940), memiliki tinggi 2,72 meter.

Robert Wadlow dan ayahnya

Meskipun orang skeptis menganggap sangat tidak mungkin bahwa Kap Dwa itu nyata, secara fisik, terdapat kemungkinan bagi seorang pria untuk mencapai ukuran raksasa yang legendaris.


Kap Dwa bukan satu-satunya raksasa yang pernah disebutkan pada abad ke-17. 

Pengalaman mengalami perjumpaan dengan raksasa juga dialami oleh Sebalt de Weert, seorang kapten Belanda yang terkait dengan penjelajahan di pesisir Amerika dan Kepulauan Falkland di selatan Argentina. Sebalt de Weert dan beberapa kru mengklaim telah melihat beberapa anggota dari "ras raksasa" ketika berada di sana.


De Weert menggambarkan sebuah kejadian khusus ketika dia bersama anak buahnya di perahu mendayung ke sebuah pulau di Selat Magellan, di mana mereka mengklaim telah melihat tujuh perahu aneh yang mendekat penuh dengan raksasa yang telanjang. 


Raksasa-raksasa ini dikatakan memiliki rambut panjang dan kulit coklat kemerahan dan bersifat agresif terhadap kru di perahu, sehingga membuat De Weert memutuskan untuk menjauhi mereka.

Ada juga beberapa dokumen dari periode yang sama di mana keberadaan para raksasa dicatat. Salah satu dari tulisan-tulisan ini adalah Ríos Codex (Vatican Codex A), sebuah terjemahan dokumen lama dari bahasa Italia abad ke-16 yang ditulis selama era Kolonial Spanyol.

Manuskrip ini memberi sebuah ilustrasi halaman penuh yang menarik tentang beberapa prajurit Aztec saat mengalahkan dan mengeksekusi seorang pria raksasa, dan catatan memberi nama raksasa itu, Quinametzin, yang jika diterjemahkan berarti "One of the Ancients".


Kisah ini dan banyak kisah lainnya mendukung teori bahwa benua Amerika pernah menjadi rumah bagi ras raksasa kuno berambut merah. Legenda mengatakan bahwa raksasa ini datang dari pulau yang jauh, dan menyeberangi lautan menggunakan rakit ketika bencana alam menghancurkan tanah air mereka.

(Sumber : Kap-Dwa, Kap Dwa: The (Real?) Story Behind the Two-Headed Giant (by Tucker Kovalchek), Two-headed Patagon Giant, Kap Dwa: The mysterious Giant 3 meters high and with two Heads of Patagonia)

5 comments:

  1. Udh Lama gk baca blog, nice article bro lanjutkan

    ReplyDelete
  2. Mantap gan, lanjutkan,
    Setelah lama Cari blog misteri setelah blog enigma yang vakum..

    ReplyDelete
  3. Terima kasih atas kunjungannya..

    ReplyDelete
  4. Akhirnya Nemu juga blog misteri setelah enigma & haritshcrypto gak update lagi

    ReplyDelete